Account Receivable Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menghitungnya

Selamat datang, Sahabat HomeSchooling! Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang Account Receivable atau yang biasa disebut Piutang Dagang. Apa itu Account Receivable? Bagaimana cara menghitungnya? Dan bagaimana fungsinya dalam menjalankan bisnis? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Pengertian Account Receivable

Account Receivable atau Piutang Dagang adalah salah satu bentuk aset lancar pada neraca perusahaan. Secara sederhana, piutang dagang adalah uang yang harus diterima oleh perusahaan dari pihak lain yang telah membeli barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut, namun belum melakukan pembayaran.

Piutang dagang dapat terjadi pada berbagai jenis usaha, mulai dari perusahaan manufaktur, retail, maupun jasa. Biasanya, piutang dagang terdiri dari tagihan pembayaran atas barang atau jasa yang telah diserahkan pada pelanggan dengan pembayaran yang ditunda.

Contohnya, perusahaan pakaian mengeluarkan tagihan sebesar Rp 5.000.000,- untuk pelanggan X atas pembelian produk sebesar Rp 10.000.000,- dengan pembayaran yang ditunda selama 30 hari. Maka, piutang dagang perusahaan pakaian atas pelanggan X adalah sebesar Rp 5.000.000,-.

Fungsi Account Receivable

Account Receivable memiliki beberapa fungsi yang penting dalam menggerakkan roda bisnis perusahaan, antara lain:

1. Sumber Pendapatan

Piutang dagang yang berhasil dibayar oleh pelanggan menjadi sumber pendapatan bagi perusahaan. Pendapatan ini dapat digunakan untuk membiayai berbagai aktivitas bisnis, seperti produksi, pemasaran, atau mengembangkan produk baru.

2. Meningkatkan Cash Flow

Meskipun piutang dagang belum terbayar, namun bisa digunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman dari bank. Hal ini dapat membantu meningkatkan cash flow perusahaan.

3. Memberikan Kesempatan Kepada Pelanggan

Melalui piutang dagang, perusahaan memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk melakukan pembayaran secara fleksibel sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka.

Cara Menghitung Account Receivable

Untuk menghitung piutang dagang, perusahaan harus melakukan pencatatan setiap transaksi yang terjadi. Setiap tagihan atau faktur yang dikeluarkan harus dicatat pada sistem akuntansi perusahaan.

Perusahaan juga harus melakukan pemantauan terhadap pelanggan yang telah melakukan pembelian dengan pembayaran yang ditunda. Perusahaan harus memastikan jangka waktu pembayaran yang telah ditentukan telah berakhir dan melakukan tindakan untuk menagih pembayaran.

Untuk menghitung piutang dagang, perusahaan dapat menggunakan rumus berikut:

No. Keterangan Nominal
1 Jumlah tagihan outstanding pada periode tertentu Rp 50.000.000,-
2 Jumlah tagihan yang sudah dibayar pada periode tertentu Rp 30.000.000,-
3 Account Receivable Rp 20.000.000,-

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa yang dimaksud dengan piutang dagang?

Piutang dagang adalah uang yang harus diterima oleh perusahaan dari pihak lain yang telah membeli barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut, namun belum melakukan pembayaran.

2. Bagaimana cara menghitung account receivable?

Untuk menghitung piutang dagang, perusahaan dapat menggunakan rumus berikut:
Account Receivable = Jumlah tagihan outstanding pada periode tertentu – Jumlah tagihan yang sudah dibayar pada periode tertentu

3. Apa fungsi account receivable bagi perusahaan?

Account Receivable memiliki beberapa fungsi yang penting dalam menggerakkan roda bisnis perusahaan, antara lain: sebagai sumber pendapatan, meningkatkan cash flow, dan memberikan kesempatan kepada pelanggan.

4. Apa saja jenis-jenis piutang?

Jenis-jenis piutang terdiri dari piutang dagang, piutang wesel, dan piutang lain-lain.

5. Apa perbedaan antara piutang dagang dengan piutang wesel?

Perbedaan antara piutang dagang dan piutang wesel terletak pada pembayarannya. Piutang dagang dibayar secara langsung oleh pelanggan, sedangkan piutang wesel dibayar melalui wesel atau surat perintah pembayaran yang diterbitkan oleh pelanggan.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Account Receivable atau piutang dagang merupakan salah satu bentuk aset lancar pada neraca perusahaan. Piutang dagang memiliki fungsi yang penting dalam menggerakkan roda bisnis perusahaan, seperti sebagai sumber pendapatan, meningkatkan cash flow, dan memberikan kesempatan kepada pelanggan. Untuk menghitung piutang dagang, perusahaan dapat menggunakan rumus Account Receivable = Jumlah tagihan outstanding pada periode tertentu – Jumlah tagihan yang sudah dibayar pada periode tertentu.

Semoga Bermanfaat dan sampai jumpa di artikel menarik lainnya.